• SMP NEGERI OEKOPA
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

Linus Lusi: OSIS adalah Laboratorium Kepemimpinan di Sekolah

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Provinsi NTT, Linus Lusi melantik pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) Tingkat SMA/SMK se-kabupaten Kupang dalam kegiatan peringatan Hari Pahlawan yang digelar pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Tingkat SMA Se-Kabupaten Kupang pada Rabu (10/11/2021) pagi, bertempat di halaman SMAN 1 Fatuleu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Dalam kegiatan yang diikuti pengurus OSIS/MPK serta pembina OSIS dan Kepala Sekolah dari 45 SMA/SMK itu, Kadis Linus didampingi Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas PK Provinsi NTT, Mathias M. Beeh dan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas PK Provinsi NTT, Robby A. Ndun.

Dalam amanatnya, Kadis Linus mengakui, sesuai pengetahuannya setelah melakukan kunjungan ke berbagai SMA/SMK di Kabupaten Kupang, para siswa memiliki harapan yang kuat untuk maju meski dibatasi berbagai kekurangan sehingga dirinya meminta para pengurus OSIS dan MPK yang sudah dilantik untuk terus mengembangkan diri dengan belajar public speaking, menulis, berdebat, dan mengikutkan diri pada berbagai event perlombaan.

“Kita melihat bagaimana sekolah di Amarasi Timur berdinding bebak dan atapnya gewang, sekolah di Takari yang dindingnya bebak, atapnya gewang, dan lantainya tanah tetapi siswanya tidak putus harapan. Jelas kalian tidak putus harapan, karena itu kalian terpilih sebagai pemimpin osis di sekolah masing-masing.” kata Kadis Linus yang juga meminta para pengurus OSIS dan MPK untuk mendukung berbagai kegiatan akademik dan non akademik yang ada di sekolah.

Kadis Linus menambahkan, kegiatan pelantikan pengurus OSIS dan MPK bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan sebagai hari yang bersejarah sehingga dirinya mengharapkan agar para pengurus memiliki mental pejuang yang tidak mengenal kata menyerah  serta selalu memiliki kesanggupan untuk bekerja dan kerelaan untuk berkorban.

Kepada para guru dan kepala sekolah yang terlibat, Kadis Linus juga mengingatkan, agar menjadikan kegiatan peringatan hari pahlawan sebagai momentum refleksi bersama dalam mengejawantahkan nilai-nilai yang telah diwariskan para pejuang sehingga para pengurus OSIS dan MPK sebagai generasi muda tidak kehilangan jejak sejarah.

 

 Linus Lusi: OSIS adalah Laboratorium Kepemimpinan di Sekolah

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai wadah perkumpulan siswa di sekolah merupakan elemen penting dalam dinamika dan geliat praksis penyelenggaraan sekolah karena memungkinkan siswa untuk berekspresi mengembangkan bakat dan minat serta kegiatan ekstrakurikuler lain. Pembinaan kesiswaan dalam rangka membentuk watak kepemimpinan dan karakter moral siswa juga dapat dilangsungkan melalui OSIS.

OSIS adalah tempat belajar pertama bagi siswa untuk berorganisasi. Keberadaan OSIS di SMA/SMK se-Kabupaten Kupang mesti memungkinkan siswa untuk belajar berorganisasi secara maksimal. Banyak sekolah yang memiliki OSIS, secara struktural ada kepengurusannya, namun tidak memiliki peran berarti dalam memfasilitasi siswa berekspresi mengembangkan bakat dan minat serta penumbuhan nilai-nilai karakter yang diharapkan. Ini mesti menjadi perhatian setiap pemangku kepentingan karena mental pemimpin siswa juga maksimal ditumbuhkan melalui keberadaan OSIS. Pemimpin yang maknanya mengarah pada kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya sendiri dalam bersikap dan bertindak.

Keberadaan OSIS yang dikelola dengan baik oleh pemangku kepentingan sekolah juga dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk belajar berdemokrasi. OSIS dapat dijadikan sebagai laboratorium demokrasi bagi siswa di sekolah. Siswa mendapat ruang untuk menyampaikan pertanyaan, pendapat dan gagasan, hingga mengadu perbedaan argumen dan perspektif. Secara nyata pembelajaran mengenai demokrasi kepada siswa dapat dimulai dari saat proses pemilihan ketua OSIS. Setiap tahapan pemilihan, mulai dari pengusulan calon, penetapan calon, kampanye, pemilihan, dan penyelesaian sengkata setelah pemilihan dapat dipelajari disini.

Perencanaan sampai pelaksanaan berbagai kegiatan OSIS, termasuk pertanggungjawaban dan evaluasi kegiatan yang memberi ruang maksimal bagi siswa untuk berdemokrasi menjadikan OSIS sebagai miniatur demokrasi yang mempersiapkan siswa untuk memasuki dinamika kehidupan sosial bermasyarakat.

OSIS sebagai sebagai laboratorium dan miniatur demokrasi akan memberi ruang bagi siswa untuk melatih keterampilan berpikir kritis, menelaah, menganilisis hingga menemukan solusi dari berbagai permasalahan. Berikan kesempatan kepada OSIS untuk melaksanakan sebanyak-banyaknya kegiatan, disesuaikan dengan kemampuan sumberdaya sekolah, biarkan perencanaan hingga pelaksaan dan pertanggungjawabannya diselesaikan oleh siswa sehingga membiasakan mereka untuk berpikir kritis dalam bingkai demokrasi di tingkat sekolah. Hal semacam sekaligus menegaskan posisi sekolah dalam menumbuhkan budaya demokrasi sesuai kebutuhan pembangunan Nasional saat ini. Budaya demokrasi yang identik dengan toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman.

OSIS sebagai wadah pertama bagi siswa untuk belajar berorganisasi dan berdemokrasi jelas memiliki peran strategis dalam membentuk mental pemimpin bagi para siswa di sekolah.

Karena itu, Kadis Linus kepada media ini selepas kegiatan pelantikan pengurus OSIS dan MPK Tingkat SMA se-Kabupaten Kupang menyatakan, OSIS merupakan laboratorium kepemimpinan di sekolah yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kepemimpinan, pengambilan keputusan, menggerakkan orang, dan juga pengembangan kemampuan menjalin kerja sama dan membangun jaringan.

“Melalui OSIS, siswa sejak awal sudah belajar berorganisasi agar ke depan, mereka memiliki spirit dan inspirasi kepemimpinan sehingga mereka bisa menggerakkan komponen di mana saja mereka berada.” kata Kadis Linus.

Bagi Kadis Linus, kunci pembinaan kegiatan OSIS juga ada pada Pembina OSIS di sekolah sehingga dirinya mengharapkan adanya pendampingan dan pembinaan yang secara aktif dilakukan di tingkat sekolah. Dirinya juga mengharapkan adanya latihan kepemimpinan bagi para pengurus OSIS SMA/SMK tingkat kabupaten/kota di setiap Kabupaten sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan OSIS.

Nikson Tanesib: Ide Pelantikan Pengurus OSIS dan MPK Berawal dari Arahan Kadis Linus Lusi

Ketua MKKS SMA Kabupaten Kupang, Nikson Tanesib yang didampingi wakil ketua MKKS SMA Kabupaten Kupang, Sepy Manafe kepada media ini selepas kegiatan pelantikan pengurus OSIS dan MPK Tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Kupang mengakui, kegiatan peringatan hari pahlawan merupakan kegiatan kolektif pertama yang digelar MKKS Kabupaten Kupang.

“Selama ini masing-masing sekolah lakukan kegiatan peringatan hari pahlawan di sekolah mereka , atau ikut di kecamatan kalau pihak kecamatan gelar kegiatan. Kali ini baru perdana kita gelar kegiatan kolektif begini.” kata Tanesib.

Tanesib yang sudah mengetuai MKKS SMA Kabupaten Kupang sejak tahun 2015 juga mengakui, ide untuk menggelar kegiatan pelantikan pengurus OSIS dan MPK berawal dari adanya surat edaran dari Kadis Linus Lusi yang menghimbau pihak sekolah agar sekolah-sekolah yang belum memiliki pengurus OSIS dan MPK, atau yang sudah ada tetapi tidak berjalan akibat pandemi, supaya segera membentuk pengurus OSIS dan MPK kemudian berkoordinasi dengan pihak Dinas PK Provinsi NTT agar kepengurusan OSIS dan MPK yang sudah terbentuk bisa dilantik langsung oleh Kadis PK Provinsi NTT.

“Dari surat itu, saya undang teman-teman kepala sekolah untuk didiskusikan dalam rapat. Setelah saya cek, memang ada banyak sekolah yang belum ada pengurus OSIS dan MPK, ada sekolah yang sudah bentuk tetapi karena pandemi, kegiatan tidak jalan. Akhirnya kami sepakat untuk bentuk kepengurusan OSIS dan MPK lalu kegiatan pelantikannya terpusat dan kami minta pak Kadis untuk lantik.” jelas Tanesib.

Kadis Linus Apresiasi Kerja MKKS SMA Kabupaten Kupang

Kadis Linus kepada media ini selepas kegiatan pelantikan pengurus OSIS dan MPK Tingkat SMA se-Kabupaten Kupang mengakui, kegiatan pelantikan pengurus OSIS yang dilakukan secara terpusat merupakan aspirasi yang disampaikan oleh banyak pihak sekolah ketika dirinya berkunjung.

“Ini kegiatan yang sangat strategis karena merupakan aspirasi dari bawah. Saat berkunjung ke sekolah-sekolah, ada aspirasi, bagaimana pengurus OSIS itu dilantik secara terpusat, secara serentak oleh kepala dinas.” kata Kadis Linus.

Kadis Linus menjelaskan, setelah mendengar aspirasi dari berbagai sekolah, pihaknya segera mengeluarkan edaran agar sekolah-sekolah segera membentuk OSIS dan pelantikan pengurusnya dilakukan secara terpusat di masing-masing kabupaten/kota di NTT.

Kadis Linus mengakui, yang memberi respon cepat terhadap edaran yang dikeluarkan pihaknya berasal dari para kepala SMA/SMK di Kabupaten Kupang melalui forum MKKS SMA Kabupaten Kupang sehingga dirinya mengharapakan agar para pengurus MKKS SMA/SMK di kabupaten lain dapat meniru pola kerja yang diterapkan MKKS SMA Kabupaten Kupang.

SMAN 1 Fatuleu Tampilkan Pertunjukan Budaya dan Seni yang Memukau

Rabu (10/11/2021) siang, selepas kegiatan peringatan Hari Pahlawan yang dipaketkan dengan kegiatan Pelantikan Pengurus OSIS dan MPK Tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Kupang, tim sanggar seni dan budaya SMAN 1 Fatuleu menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya yang menarik dan memukau.

Memulai dengan fashion show, puluhan siswa tampil bergiliran secara berpasangan. Masing-masing pasangan mengenakan busana daerah, lengkap dengan berbagai aksesoris budayanya. Ada belasan pasangan yang mengenakan busana daerah beberapa etnik di NTT.

Di hadapan Kadis Linus dan para penonton, masing-masing pasangan tampil memukau. Terlihat tampan dan cantik, mereka melangkah dengan anggun menuju panggung. Ada beberapa pasangan yang saling menautkan lengannya. Aksi beberapa pelajar pria yang terlihat romantis ketika membimbing pasangan perempuannya menaiki tangga panggung membuat penonton yang didominasi para pelajar SMA begitu histeris. Beberapa pasangan yang saling memberi sirih dan pinang, untuk menggambarkan salah satu kebiasaan beramah tamah beberapa etnik di NTT, juga membuat hampir semua penonton histeris.

Tidak hanya fashion show, tim sanggar seni dan budaya SMAN 1 Fatuleu juga menampilkan bebebera ragam tarian yang dimodifikasi dari tarian tradisional. Mengenakan busana daerah, para penari berlenggok-lenggok dengan variasi ragam gerakan yang distilir. Ritme gerakan mereka yang lembut sekaligus bertenaga ikut menegaskan ragam gerakan yang cenderung atraktif dan ekspresif. Penampilan tim sanggar seni dan budaya SMAN 1 Fatuleu memang memukau. Tarian modern yang atraktif juga ditampilkan kelompok siswa SMAN 1 Fatuleu dan SMA/SMK lainnya.

Kepala SMAN 1 Fatuleu, Ambrosius Pan kepada media ini di sela-sela atraksi para siswanya mengakui, baru setahun ini pihaknya memfasilitasi para siswa untuk berekspresi dalam kegiatan seni dan budaya.

Berkaitan dengan penampilan para siswanya yang memukau, Ambrosius mengakui waktu latihan anak-anak didiknya hanya 3 hari menjelang kegiatan begitu ada perubahan lokasi kegiatan yang semula direncanakan tidak dilaksanakan di sekolah mereka. Ambrosius mengakui, sekolah yang dipimpinnya memang sering dipercaya oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk menyelenggarakan hajatan-hajatan sejenis yang terpusat.

Sementara Kadis Linus, setelah menyaksikan pementasan seni dan budaya tim sanggar seni dan budaya SMAN 1 Fatuleu mengakui, sangat mengapresiasi bakat yang dimiliki oleh para siswa. Kadis Linus juga mengapresi kerja-kerja persiapan dan ide kegiatan yang dilakukan pihak SMAN 1 Fatuleu serta MKKS SMA Kabupaten Kupang.

“Kita berharap semua kepala sekolah dan MKKS di kabupaten lain bisa meniru dari pola kerja yang demikian sebagai model dalam pengembangan kreatifitas siswa berbasis budaya. Ini sejalan dengan pariwisata berbasis budaya.” harap Kadis Linus

Lebih lanjut Kadis Linus juga mengharapkan agar MKKS SMA/SMK di masing-masing kabupaten/kota selalu kreatif dan adaptif sehingga bisa menggelar festifal budaya tingkat pelajar tingkat kabupaten/kota.

Kadis Linus mengakui, jika festifal budaya tingkat pelajar dan kegiatan pelantikan pengurus OSIS dan MPK secara terpusat di masing-masing kabupaten/kota bisa diselenggarakan oleh MKKS SMA/SMK di masing-masing kabupaten/kota, pihaknya akan terlibat untuk mendukung dan menjadikan kedua kegiatan tersebut sebagai agenda tetap yang rutin untuk dilakukan.

 

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SMP Negeri Oekopa Dukung Penuh Peraturan Bupati tentang Sekolah 5 Hari dan Hari Sabtu Ketahanan Pangan

  Oekopa, 16 Mei 2025 Dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), SMP Negeri Oekopa menyelenggarakan Rapat Sosialisasi Program Seko

17/05/2025 08:00 - Oleh Administrator - Dilihat 1887 kali
GERAKAN LITERASI SEKOLAH

Dalam rangka  HUT RI Ke-79, SMP Negeri Oekopa , Menggelar Lomba Literasi  dan Penataan Halaman Kelas  dengan Tema  “ Semangat Kemerdekaan Cerminkan  Cita-

19/08/2024 11:41 - Oleh Administrator - Dilihat 1682 kali